Tag Archives: imac

Rekam Medis vs Fire Sprinkler

Fire-Sprinkler

Fire sprinkler merupakan sistem pemadam kebakaran pada sebuah bangunan. Fire sprinklerakan secara otomatis menyala bila terjadi kebakaran. Fire sprinkler wajib tersedia di mall maupun di gedung perkantoran, bahkan termasuk di rumah sakit.

Beberapa tahun lalu, di salah satu rumah sakit di Australia, sistem sprinkler tersebut menyala karena terpicu oleh api. Api dapat dikuasai segera, namun air dari fire sprinkler terlanjur membasahi seluruh ruangan, termasuk ruangan tempat penyimpanan dokumen rekam medis para pasien.

Dokumen rekam medis yang basah lalu dikeringkan dengan cara dijemur di terik matahari. Setelah dikeringkan, dokumen rekam medis tersebut dikembalikan ke tempat semula. Selama 6 bulan sejak kejadian tersebut, ditemukan kasus kesehatan bahwa petugas rekam medis sangat sering sakit. Setelah diteliti, ditemukan bahwa jamur yang terdapat pada dokumen rekam medis menjadi penyebab dari sering sakitnya petugas rekam medis.

Ternyata proses penjemuran saja tidak cukup untuk mengembalikan
rekam medis kepada keadaan semula. Karena dianggap membahayakan kesehatan petugas rumah sakit termasuk para dokter, keputusan sulit pun diambil. Semua dokumen rekam medis yang berjamur harus dimusnahkan.

Sebelum dokumen rekam medis yang berjamur dimusnahkan, konten dari rekam medis harus diselamatkan. Caranya adalah dengan melakukan pemindaian atau scanning dokumen rekam medis tersebut.
Dengan kondisi dokumen yang berjamur, petugas scanning pun harus ekstra waspada bahkan dilengkapi dengan kostum khusus yang serupa dengan kostum petugas penanggulangan wabah virus flu burung. Tentu alasannya adalah demi kesehatan mereka sendiri.

pengambilan-berkas-rekam-medis

Andai saja scanning dokumen rekam medis dilakukan sebelum kejadian basahnya dokumen karena fire sprinkler maka petugas scanning dokumen rekam medis tidak perlu sampai menggunakan kostum khusus seperti itu.

Scanning dokumen rekam medis adalah kegiatan yang tidak secara langsung mendatangkan uang bagi rumah sakit maupun penyelenggara layanan kesehatan lainnya, namun sesungguhnya memiliki manfaat yang sangat banyak. Di antara manfaat tersebut adalah dapat menghemat pengeluaran karena dapat menghemat penyimpanan fisik rekam medis.

Selain itu, penyimpanan versi digital dari rekam medis juga dapat mengurangi waktu pencarian dokumen rekam medis sehingga mempercepat proses pelayanan di rumah sakit sehingga jumlah pasien yang dapat dilayanipun diharapkan meningkat.

Manfaat lain dari pengarsipan rekam medis secara digital dari contoh kasus di Australia adalah antisipasi terhadap terjadinya kebakaran. Mungkin bukan dokumen rekam medis yang terbakar. Namun kebakaran kecil sedikit saja di gedung yang sama dengan ruang arsip rekam medis, dapat memicu fire sprinkler bekerja sehingga pada akhirnya dapat merusak dokumen rekam medis.

Bila keseharian Anda berkutat dengan pengelolaan rekam medis di rumah sakit, programkanlah scanning dokumen sesegera mungkin dan secara berkala, sebelum ada sprinkler yang terpicu untuk bekerja, membasahi seluruh rekam medis pasien.

Bila Anda memiliki kenalan pengambil kebijakan di rumah sakit, utamanya berkaitan dengan pengelolaan rekam medis, tunggu apa lagi? Ceritakan kejadian ini kepadanya, semoga banyak pasien yang dapat diselamatkan dengan cara mendigitalkan rekam medisnya, sebelum terlambat.

Source : Arif Rahmat (ayoscan.com)

 

Advertisements

Software DMR for LJK

About


dmr_logo_small

Digital Mark Reader (DMR) adalah software LJK terbaik dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Jutaan lembar LJK telah diproses dengan DMR oleh ribuan penggunanya.

Efisiensi waktu yang diperoleh dari penggunaan software LJK DMR sangat terasa pada proses rekrutmen CPNS, psikotes, ujian nasional, kuesioner maupun entri data massal.

Deskripsi DMR

DMR adalah perangkat lunak pemeriksa Lembar Jawaban Komputer (LJK). LJK lazimnya digunakan pada ujian, kuesioner survei dan entri data massal. Pengisian LJK DMR dapat menggunakan pensil, bolpen maupun spidol. Pengisiannya bisa dengan tanda silang, bulatan maupun contreng. Ketika digunakan, DMR dipasangkan dengan pemindai dokumen (scanner) berkecepatan 700 hingga 7800 lembar per jam. Bottleneck sesungguhnya terjadi pada pemindai dokumen, karena perangkat lunak DMR mampu memeriksa 12000 gambar LJK per menit, atau setara dengan 200 gambar LJK per detik.

DMR telah digunakan oleh ribuan lembaga di Indonesia, termasuk di antaranya ratusan perguruan tinggi, ratusan lembaga di bawah koordinasi Kemdikbud, ratusan cabang lembaga bimbingan belajar, kepolisian, militer, biro psikologi dan konsultan SDM. DMR digunakan untuk rekrutmen, evaluasi kinerja pegawai, ujian psikologi dan seleksi polisi, militer dan CPNS, survei kepuasan pelanggan, hingga untuk pengawasan peralatan di perusahaan minyak asing.

Sejarah DMR

Prof. Dr. Ir. Ing. Iping Supriana, DEA, peneliti di Teknik Informatika ITB adalah penggagas dari produk DMR. Sebagai Pimpinan Tim Riset Unggulan ITB tahun 2002/2003, pengembangan DMR dilakukan Prof. Iping bersama 3 peneliti lain, yaitu: (1) Dr. Ayu Purwarianti, S.T, M.T, (2) M. Arif Rahmat, S.T, dan (3) Peb Ruswono Aryan, S.T, M.T.

Krakatau Posco LJK

Penelitian DMR ini awalnya merupakan sebuah riset bertemakan Optical Mark Recognition (OMR) versi digital dengan memanfaatkan pemindai dokumen yang berbiaya rendah untuk membaca Lembar Jawab Komputer (LJK). Tantangan utama dari sebuah LJK yang masuk ke pemindai dokumen adalah terjadinya distorsi geometrik baik berupa geseran, perputaran dan penskalaan yang kadang tak tampak oleh mata namun sangat mempengaruhi akurasi pembacaan.

Biaya operasional teknologi OMR juga terlalu tinggi, mulai dari harga alat pemindai ratusan juta rupiah, hingga biaya cetak LJK mencapai ribuan rupiah per lembar. Selain itu, bila terjadi kesalahan pengisian, maka proses pemindaian terhenti, LJK harus dicari lalu diperbaiki, setelah itu dipindai ulang. Dengan demikian, kecepatan maksimal pemindai OMR tidak dapat tercapai.

OMR itu ibarat kendaraan angkutan umum yang sering berhenti, sedangkan DMR bagaikan taksi yang hanya berhenti ketika sudah sampai di tujuan akhir. Dengan memaksimalkan kecepatan pemindai dokumen, paket DMR dengan harga 70% lebih murah daripada OMR memiliki kecepatan yang bersaing dengan OMR. Dengan toleransi terhadap kemiringan, pergeseran, penskalaan, berat jenis kertas dan warna atau hitam putihnya cetakan, biaya cetak LJK DMR juga dapat ditekan drastis 90 % lebih murah daripada LJK OMR.

DMR terdiri atas DMR-x (DMR Extractor) untuk melakukan ekstraksi/pembacaan LJK dan DMR-e (DMR Editor) untuk merancang, mencetak dan memperbanyak LJK. DMR memudahkan pemeriksaan ujian dan entri data sehingga dapat berlangsung lebih cepat, lebih akurat, lebih hemat biaya, lebih berkualitas, dan lebih akuntabel. Penggunaan DMR untuk pemeriksaan LJK ujian dapat memberikan efisiensi waktu 99,11% bila dibandingkan dengan pemeriksaan LJK secara manual. Demikian dikutip dari http://softwareljk.com/2012/04/rekrutmen-krakatau-posco-2012-oleh-itb-cc-efisiensi-waktu-99-persen/

Hasil DMR dapat diperoleh dalam waktu yang sangat singkat karena akurasi tinggi sistem DMR didukung oleh verifikasi visual yang dapat pula dioperasikan oleh lebih dari 1 operator melalui jaringan LAN. Form LJK DMR siap cetak maupun citra hasil pemeriksaan DMR juga dapat diunggah ke Internet untuk keperluan uji publik, bila diperlukan.

dmr_preview

Pemanfaatan DMR

–        Untuk dunia pendidikan, DMR digunakan di:

  • ratusan dinas pendidikan kota/kabupaten di Indonesia termasuk Lembaga-lembaga di bawah Kemdikbud
  • ratusan sekolah di Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi
  • ratusan universitas ternama termasuk ITB, UI, IPB, UGM, UNS, USU, Unpad, UPI, Unikom, IT Telkom
  • ratusan cabang lembaga bimbingan belajar, termasuk GO, Primagama, JILC, SSC, BP, BKB Nurul Fikri

–        Untuk riset pemasaran, penilaian kinerja, psikotes, sertifikasi & entri data, DMR digunakan di:

ITB, Microsoft Indonesia, PUSRI, Darya Varia, Garuda Indonesia, Toyota Astra Motor, Astra Honda Motor, Bussan Auto Finance, German Development Cooperation (GTZ), Chevron Pacific Indonesia,  Swiss Contact Indonesia, BPPT, LKPP, Bappenas, Kejakgung, BPK, Cipaganti Group, Psikologi TNI-AU, Psikologi TNI-AD

–        Untuk seleksi penerimaan pegawai dan Polisi, Militer serta CPNS, DMR digunakan di:

  • Bank Permata, Bank Danamon, BTPN, BTN, OCBC NISP, Bank CIMB Niaga, Bank Mega, Bank BNI
  • Badan Sertifikasi Manajemen Resiko (BI), KPK, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA)
  • TransCorp yang menaungi TransTV dan Trans|7, Krakatau Steel, Krakatau Posco
  • PT Kereta Api, PT Krakatau Steel, PT Inco, PT PLN, Perum Pegadaian
  • Polda Sulsel, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda Sumsel, Secapa AD, SESKOAD, Bakosurtanal
  • Kemenag, Kemenhan, Kemenhut, Kemenakertrans, Setneg, LIPI, LAPAN, BKN
  • Pemerintah Propinsi  Sulsel, Sulut, Maluku, NTT, Papua, Gorontalo, Otorita Batam
  • Berbagai biro psikologi dan konsultan SDM, termasuk Experd Consulting dan PPM

pengguna DMRAlat pemindai dokumen yang tadinya hanya digunakan di perkantoran kini memiliki nilai tambah sebagai alat pemindai LJK yang juga digunakan dari perguruan tinggi hingga sekolah dasar, dari biro psikologi hingga lembaga bimbingan belajar.

Penghargaan DMR

  1. Winner of Indonesia – Asia Pacific ICT Award 2004 kategori Best of Education & Training.
  2. Anugerah TIK Jawa Barat 2012 sebagai Produk Inovasi Terbaik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

dmr_tik_jabar
Pengembangan dan Pemasaran DMR

Saat diwawancara oleh reporter situs web http://www.itb.ac.id, Februari 2013 silam, Prof Iping mengaku bahwa beliau terus menjadi pengembang utama DMR agar dapat memberikan yang terbaik bagi berbagai pihak, khususnya Bangsa Indonesia.

”Penelitian di ITB ini saya dapat mengatakan memang ‘membumi’. Tetapi supaya penelitian-penelitan di ITB dapat lebih memiliki daya saing perlu adanya pembagian yang proporsional antara penelitian fundamental, teknologi, dan terapan. Selain itu, jika memiliki ide yang kreatif dan kinerja yang bagus, berikanlah selalu yang terbaik kepada banyak orang di sekitar kita,” ujar Prof. Iping Supriana menutup wawancara.

dmr_fujitsu_award_2012

Untuk melanjutkan pengembangan DMR serta memetik nilai komersial dari penelitian produk DMR, pada tahun 2004 dibentuklah CV. Cipta Citra Codena yang berlokasi di Bandung dan dibantu oleh mitra penjualan di kota-kota besar di Indonesia, termasuk PT Prisma Teknologi Informatika di Jakarta sebagai distributor. Sejak 2006 hingga 2012, PT Prisma Teknologi Informatika setiap tahun memperoleh penghargaan penjualan tertinggi di Indonesia untuk produk pemindai dokumen merk Fujitsu, hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh volume penjualan DMR.

Kami akan membantu Anda menemukan solusi hingga tuntas, silakan hubungi :

Arif Rahmat di 0815-6219-300

Haerul Gofur di 08562244850 / 081223839666

source : http://softwareljk.com/about/

Digital Mark Reader (DMR), Pemeriksa Ujian, Pengolah Form Data Entry/Kuesioner/Psikotes

DMR merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pemeriksaan ujian berformat pilihan ganda dengan memanfaatkan document scanner. Dengan teknologi yang dimiliki oleh DMR, kini pemeriksaan ujian secara komputerisasi bukan lagi merupakan hal yang mahal.

Pengembangan DMR dilakukan di Laboratorium Grafika dan Intelejensia Buatan, Departemen Teknik Informatika ITB dengan dukungan program Riset Unggulan ITB 2002/2003 dari LPPM-ITB. Tim pengembang DMR tak henti-hentinya melakukan riset berkelanjutan yang inovatif sehingga menjadikan DMR menjadi pemimpin pasar dalam teknologi pemeriksaan ujian yang cepat dan akurat.

Selain untuk pemeriksaan ujian, DMR juga dapat digunakan untuk pemeriksaan survey dan entri data. Dengan berbagai kelebihannya, DMR saat ini telah menjadi pilihan bagi lembaga swasta, industri ternama, pendidikan, dan pemerintahan ternama di Indonesia. Selain untuk rekrutmen massal TransCorp yang mendapatkan rekor MURI,  sejak 2004 DMR juga digunakan pada seleksi CPNS pusat maupun daerah, dengan volume jutaan lembar.

Sejak tahun 2007, DMR bahkan telah mendapatkan kepercayaan dari Fujitsu Korea untuk dipasarkan di Korea Selatan. Hal ini membuktikan bahwa DMR telah menjadi perangkat lunak yang Accurate, Reliable, Proven.

Sejarah Fujitsu


Fujitsu adalah sebuah perusahaan Jepang yang mengkhususkan diri dalam semikonduktor, komputer, (superkomputer, komputer pribadi, server), telekomunikasi, dan jasa, dan bermarkas di Tokyo.

Di Indonesia, Fujitsu lebih dikenal dengan produk-produk notebook tipis, LCD TV/monitor layar lebar, harddisk kecil untuk notebook, dan pemindai digital dengan Automatic Document Feeder (ADF).

Fujitsu membuat produk pemindai digital dengan target pasar perusahaan yang membutuhkan solusi pengarsipan dan manajemen dokumen secara digital. Namun ternyata dengan kehadiran perangkat lunak Digital Mark Reader (DMR) sebagai solusi pemeriksaan LJK pengganti OMR, pangsa pasar scanner Fujitsu kini telah merambah lembaga pendidikan seperti sekolah-sekolah, universitas, dinas pendidikan di kota-kota besar hingga di pulau terpencil. Tidak hanya itu, sejak tahun 2005 pemindai Fujitsu juga telah digunakan untuk memproses jutaan lembar LJK setiap tahunnya, untuk pemeriksaan seleksi CPNS, Try Out Ujian Nasional, ujian Penerimaan Siswa Baru (PSB), registrasi dan kuesioner mahasiswa di beberapa universitas ternama, serta keperluan lain di bidang industri perangkat lunak, perbankan hingga otomotif.